Author: Yuli Indrayanti
•7/13/2009
Tidak perlu ikut menjadi aktivis Greenpeace atau apapun itu demi menjadi seorang pecinta lingkungan.

Di saat pemanasan global kian menggila, polusi merajalela, cuaca tak beraturan seperti sekarang, memang selayaknya setiap orang menjadi pecinta lingkungan.

Bagaimana caranya? Mudah saja. Berikut LiveScience memberi 10 tips melindungi bumi dari kehancuran. Semuanya adalah cara-cara sederhana yang dapat kita mulai dari hari ini. Apa saja itu?

1. Gunakan bola lampu jenis flurosen alias Fluorescent Lights (CFLs).

Lampu ini memang lebih mahal ketimbang lampu bohlam biasa. Tapi daya tahannya 10 kali lipat lebih lama dan yang pasti lebih hemat energi. Ini bukan iklan. Studi membuktikan bila lampu CFL menyerap energi 75 persen lebih sedikit daripada nola lampu kuning terang benderang biasa. Dalam setahun CFL mampu mengurangi produksi karbon dioksida hingga 500 pon. Ini setara dengan polusi yang dihasilkan 17 mobil di jalan raya selama satu tahun!

2. Hemat listrik di rumah.

Petuah klasik yang tak pernah ketinggalan zaman. Justru kian lama petuah ini kian dibutuhkan realisasinya, bukan sekadar teori. Padamkan lampu di siang hari. Matikan AC saat ruangan tak dihuni. Asal tahu saja rata-rata setiap rumah menghasilkan emisi gas rumah kaca dua kali lipat dari yang diproduksi sebuah mobil. Jadi jangan karena tidak mengeluarkan asap hitam dari knalpot mobil Anda maka Anda sudah merasa sebagai pahlawan lingkungan.

3. Jangan Gunakan plastik.

Sebisa mungkin hindari pemakaian plastik. Tas plastik memang banyak dipakai pasar swalayan maupun tradisional dalam mengemas belanjaan. Ada baiknya kita membawa tas kain atau kertas sendiri dari rumah dan menolak dengan halus tas plastik dari penjual. Mengapa? Plastik bukan bahan yang dapat hancur dengan sendirinya di pembuangan sampah. Sejumlah kandungan dalam bahan tersebut justru merusak kesuburan hayati tanah.

4. Maksimalkan penggunaan komputer.

Memang di era kini sudah jarang orang berkirim surat melalui pos. Tapi jangan salah, masih banyak perkantoran maupun pribadi yang lebih suka menyimpan dokumen atau surat-surat secara tradisional, yakni dengan dicetak di atas kertas. Memang ada beberapa surat berharga yang tak bias tergantikan dengan surat elektronik. Namun selama sebuah dokumen dapat disimpan secara elektronik di komputer, usahakan lakukan itu. Asal tahu saja, kertas yang kita pakai telah sukses menggunduli hutan akibat perusahaan kertas telah menebang pohon-pohon sebagai bahan dasarnya.

5. Beli produk lokal.

Hentikan membeli produk pangan impor. Dengan mengonsumsi apa yang ada di dekat kita, maka kita berperan dalam mengurangi polusi dan pemborosan energi. Mengapa harus mengimpor daging sapi dari Australia jika sapi lokal tak kalah lezatnya. Bayangkan berapa energi dihasbiskan dan polusi dihasilkan dari sekadar mendatangkan sosis Eropa atau keju Belanda ke meja makan Anda. Sebagai informasi, anggur dari Napa Valley harus mengarungi jarak sejauh 2.143 mil demi berada di pasar swalayan Chicago .

6. Praktikan prinsip 3 R

Reduce, Reuse, Recycle. Kurangi konsumsi, gunakan kembali barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan, dan daur ulang bahan tertentu. Mengucapkannya memang mudah, tapi tidak menjalankannya. Hanya sekali memulai, kita akan terbiasa.

7. Pelan-pelan singkirkan energi tak terbarukan.

Agak sulit memang jika tak didukung dengan ketersediaan produk dan infrastruktur. Tapi bukan berarti tak mungkin. Kalau ada pilihan dimana kita bias menikmati listrik dengan sumber sinar matahatri atau angin, mengapa tidak? Lebih bersih dan hemat energi.

8. Bunuh produk penghisap listrik

Tanpa disadari, kita terus menerus membeli dan mengngunakan produk yang menghamburkan energi. Televisi (TV) adalah salah satunya. Tanpa sadar sebuah keluarga kerap menyalakan TV tanpa henti 24 jam walau tidak ditonton. Begitu juga komputer, DVD player dan charger ponsel yang terus terhubung ke colokan listrik.

9. Kurangi pemakaian bahan kimia.

Bahan kimia bukanlah bahan alami. Seperti bahan buatan lainnya, bahan ini tak dapat lebur dengan sendirinya dan meninggalkan efek buruk pada kehidupan. Pestisida, obat nyamuk dan sejumlah bahan pembersih ruangan mengandung aneka komponen kimia yang tanpa sadar ikut kita hirup seumur hidup kita. Bahkan pangan sayur dan buah pun ikut membawanya ke dalam tubuh kita. Cara mengatasinya? Maksimalkan konsumsi bahan-bahan alami, termasuk sayuran organik.

10. Hijaukan rumah Anda!


sumber : http://araskanews.wordpress.com
Read More..
Author: Yuli Indrayanti
•7/04/2009
Batman memandang lesu sebuah poster yang tertempel di tembok jalan. Ada tulisan besar “Stop Dreaming Start Action” di situ, dengan gambar seorang pria kribo sedang tidur-tiduran di rumput dan memandang ke arah langit, seolah sedang mengkhayal. Tapi ia tidak peduli sama sekali dengan poster tersebut. Bahkan apabila Luna Maya yang menjadi modelnya pun belum tentu ia akan berpaling. Maklum, sejak bisnis salonnya gagal, ia memang lebih sering menyendiri. Seakan meratapi kekalahannya oleh Peter Parker si Spiderman. Bahkan job-job mengalahkan penjahat yang acap diterimanya dari komisaris Gordon pun diabaikan. Ia biarkan Nightwing dan Robin mengurusnya.

Dengan langkah gontai, Batman pun melanjutkan perjalannya ke arah pinggir kota. Tak lama, ia sampai di sebuah tanah lapang. Ada sekitar 10 orang anak kecil bermain bola di sana dengan riang. Berlarian ke sana kemari, berteriak kencang-kencang, meloncat-loncat. Sumpek dengan kegaduhan mereka, Batman pun mencabut rambu stop dilarang parkir yang ada di trotoar dan mengusir anak-anak tersebut dengan paksa.

“Hus, hus, sana pergi! Jangan bikin ribut di sini”, teriaknya sambil mengayunkan rambu tanda berhenti tersebut di udara dengan liar.

Teriakan-teriakan gembira kesepuluh anak polos tersebut seketika berubah menjadi teriakan ketakutan. Hanya dalam hitungan sepersekian detik mereka sudah kabur ketakutan sambil menangis meraung-raung.

“Nah, gini kan enak. Tenang. Aku jadi bisa tidur-tiduran di sini. Siapa tau dapet mimpi indah dan pikiran jadi tenang lagi,” ujar Batman pada dirinya sendiri, “sweet dream me“.

Hanya butuh 5 menit saja bagi Batman untuk tertidur pulas. Dan tak berapa lama kemudian, cita-citanya terkabul. Ia bermimpi. Mimpi indah pula. Dalam mimpi tersebut, ia menjadi seorang juragan HP yang sukses. Punya konter di mana-mana. Dari yang ada di WTC Surabaya hingga di ITC Roxy Mas Jakarta. Salah satu konternya bernama “Dream Start”. Pemasukannya gak tanggung-tanggung… 100 juta setiap hari!

“Aduh!”, mendadak Batman terbangun. Ternyata ia tidur di atas sarang semut merah dan kini ada ratusan semut merah yang sibuk menggigiti tubuhnya. Dari ujung hidung hingga ujung jempol (kalo tidur Batman kebiasaan melepas sepatunya). Untung saja sebagian tubuhnya tertutup baju kebangsaan dan jubah, sehingga hanya beberapa gelintir semut saja yang sukses menzolimi tubuhnya.

Setelah membersihkan tubuhnya dari serbuan semut-semut tersebut, Batman mulai mengingat-ingat kembali mimpinya.

“Gila, mantap banget mimpiku tadi. TOPBGTSKL. Apalagi GPL, gak pake lama. Begitu start bobok, langsung mimpi. Jadi juragan HP, kaya raya, penghasilan 100 juta per hari. Wew!”

Ia pun mencatat ‘pekerjaan’ yang ia lakukan dalam mimpi tersebut, beserta nominal penghasilannya, ke dalam buku catatan yang selalu ia bawa di balik jubahnya.

“Kalau begitu, mulai besok aku harus sering tidur-tiduran di lapangan ini. Biar selalu dapet mimpi indah. Kalau perlu lapangan ini aku beli agar anak-anak tadi gak seenaknya saja bermain di sini”.

Begitulah.

Sejak itu, hampir setiap hari Batman datang dan tidur di lapangan tersebut. Tentu saja dengan terlebih dahulu mengecek apakah tanah yang dijadikan alas tidurnya terdapat sarang semut merah atau tidak. Dan entah kenapa, setiap kali ia tidur di sana ia selalu mendapatkan mimpi-mimpi yang indah. Dari jadi bandar ojek “Ride Action”, bos perusahaan “Don’t Stop”, hingga pemilik maskapal “Start Flying”. Semuanya berpenghasilan ratusan juta hingga milyaran rupiah!

----------------
Satu bulan kemudian, saat sedang asik Facebook-an di cafe “Dreaming Dolphin” pakai Blackberry, Superman datang menghampirinya.

“Halo gan, apa kabar?”

“Baik, bro,” jawab Batman sambil mengupdet statusnya di Facebook — “lagi cangkruk di cafe”

Superman mengambil tempat duduk tepat di samping Batman. Ia menyeruput ice coffee latte favoritnya sambil mengatur posisi duduknya agar nyaman.

“Tahu tidak,”, ujar Superman, “denger-denger si laba-laba sekarang bisnis HP loh. Dan gak jauh beda dengan bisnis salonnya, bisnis HPnya pun laris manis tanjung kimpul”.

Mendadak Batman meletakkan Blackberry-nya. Wajahnya gusar menatap Superman. “Si Peter Parker sialan itu maksudmu?”

“Iya lah, masa’ iya dong. Emang siapa lagi superhero di sini yang dijuluki manusia laba-laba alias spiderman?”, jawab Superman santai.

“Huh, kalau cuma bisnis HP sih aku juga bisa,”, ujar Batman ketus.

“Oh ya?”

“Iya,” jawab Batman. Ia mengeluarkan buku catatannya dan menunjukkan pada Superman. “Tuh lihat, gak hanya bisnis HP, bahkan bisnis laundry, bisnis tiket pesawat, bisnis antar jemput anak sekolah, sampai bisnis VCC Paypal. Semuanya sukses. Penghasilan berlimpah. Kalau ditotal, penghasilan sehari aja bisa beli selusin rumah mewah.”

“Wow,” Superman berteriak tertahan. Kagum. Kemarin untuk beli laptop aja ia harus bersusah payah. Ini si kelelawar, ditinggal fesbukan aja bisnisnya bisa jalan lancar.

“Ngomong-ngomong,” ujar Superman, “emang dimana gerai HPmu? Kebetulan aku mo ganti HP nih. Yang ini batereinya bocor, sering low-bat.”

“Gerai? Gak ada tuh,” jawab Batman pede.

“Loh kok? Lha terus bisnis HPmu gimana kok bisa tanpa gerai? Apa punya online store? Ato buka lapak di kaskus?”

“Gak. Itu kan ada di mimpiku. Kalau mau sukses, aku tinggal mimpi aja. Beres. Gak pake ribet. Gak pake repot.”

Superman bengong mendengar jawaban Batman. Sejenak kemudian ia berkata dengan lirih ke arah sahabatnya, “Bro.. kalau cuman dalam mimpi seperti itu… terus dimana letak kesuksesannya? Itu kan fana, bukan nyata. Apa yang bisa dibanggain dari situ?”

Batman terdiam mendengar perkataan Superman. Ia tercenung. Sejak kalah dari Peter Parker, mentalnya memang langsung down. Ia takut mulai berbisnis lagi. Takut gagal. Motonya sekarang: lebih baik stop bisnis daripada start action tapi gagal. Tapi kata-kata Clark Kent barusan seolah menyadarkannya. Kalau cuman mimpi, apa yang bisa dibanggain? Dimana letak kesuksesannya?

Superman kembali menyeruput kopinya. Ia diam, memberikan waktu pada Batman untuk berpikir.

“Iya ya,” Batman akhirnya buka suara, “ternyata selama beberapa waktu terakhir ini tindakanku salah.”

“Jelas dong,” sahut Superman, “agar bisa bener-bener sukses, kita harus berhenti bermimpi dan start action. Kalau kata si Joko Susilo, stop dreaming start action. Gagal, kalah, meleset dari target, itu semua wajar. Yang perlu diingat, apabila kita take action, kita punya kesempatan untuk SUKSES. Tapi apabila kita just dreaming, kita pasti akan GAGAL. Sesimpel itu. Jangan sampai kebalik seperti kamu sekarang, start dreaming stop action…”

Batman mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju. Ia merobek-robek buku catatan mimpinya sebagai tanda bahwa ia agak segera berubah.

“Kalau begitu, aku mau pergi dulu ya”

“Loh kemana?”, tanya Superman heran.

“Mau cari stand kosong di WTC Surabaya, buat buka gerai HP. Kan tadi katanya harus segera action dan action. Ya kan?”

“Wah, sip kalo gitu. Semoga sukses ya gan! Don’t stop until you succeeded”

Dan Batman pun langsung ngacir memacu kendaraannya. Menuju ke arah Surabaya.


Orang yang bertindak memang MUNGKIN SAJA gagal, tapi orang yang hanya bermimpi SUDAH PASTI gagal.

Sumber : http://dongengmotivasi.com
Read More..